Thursday, March 21, 2013

Lombok Trip - Gili Trawangan (Day 2)

Hari kedua di Pulau Lombok...
Pagi-pagi jam 7-an udah bangun dan langsung semangat untuk check out. Maka kami pun melanjutkan perjalanan kami menuju Bangsal, suatu pelabuhan yang berjarak kira-kira 25 km dari kota Mataram. Akhirnya kami memutuskan untuk lewat jalur selatan yaitu jalur yang kembali melewati Pantai Senggigi.  Jadi ada satu jalur lagi yaitu jalur utara, kalo jalur ini melewati Gunung Pusuk yang menyuguhi pemandangan monyet2 di pinggir jalan. Hayooo pilih mana pantai apa monyet???
Benar saja sepanjang perjalanan, sebelah kiri jalan , kami puas menikmati pemandangan pantai. Jalanan  mulus, dan sepanjang jalan itu terlihat rapi tertata.  Pokoknya serasa diluar negeri gitu.

Gunung Agung,Bali yang terlihat dari Pantai Senggigi, Lombok

Pemandangan sepanjang jalan
 
Sesampainya di Pelabuhan Bangsal, langsung beli tiket Rp12.500/orang untuk harga lokal. Kalo untuk bule, gak urus. Terus motornya dititipin di dekat situ (bayarnya Rp 5000/ hari).  Jadi, di Gili Trawangan (Gili=pulau) ada peraturan yang melarang adanya kendaraan bermotor jadi orang-orang yang mau kesana udah biasa nitipin motor di rumah- rumah penduduk yang sebenarnya memang juga buka jasa penitipan motor gitu. 
Dan dengan menaiki kapal atau perahu bermesin yang di dalamnya kita harus rela berdesak-desakkan dengan ibu-ibu yang membawa dagangannya, kira2 30 menit lamanya sampai jugalah di Gili Trawangan.

Pertama kali nginjak kaki di Gili Trawangan , rasanya pengen teriak sekencang-kencangnya, tapi gak jadi, karena takut disangka kerasukan… Terus langsung deh disambut sama “welcome papan” yang sebelumnya sudah pernah saya lihat di foto-foto para backpackers yang saya jelajahi blognya.
Oke, gak sabar untuk melangkah lebih jauh lagi, kami pun segera mencari penginapan yang sudah dibooking dan dibayar seharga Rp 200.000/malam untuk 2 orang.  Karena letaknya agak ke dalam - ke pemukiman rumah penduduk, akhirnya kami memutuskan untuk langsung menyewa sepeda. Dari Rp 45.000 dapat jadi Rp 35.000/24 jam. Dari sinilah tawar menawar pun dimulai.

Pondok Sederhana yang menjadi penginapan kami kali ini, memberikan kamar yang lebih artistik dari penginapan sebelumnya. Tapi yang paling berkesan dari penginapan ini adalah kamar mandinya. Pertama, kamar mandinya itu gak pake atap. Gak kebayang pas bok*r tiba-tiba hujan, mesti pake payung kali ya… Kedua, airnya, air asin. Gile beneerr,  serasa mandi pake pocari sweat. 



Setelah meletakkan barang-barang, kami langsung mencari Warung Dewi yang namanya udah tersohor dikalangan turis lokal. Maklum soalnya dia menjual makanan lokal yang katanya harganya juga gak terlalu mahal. Walau lokasinya agak ke dalam, tapi kayaknya memang sering dicari gitu.  Nah makan siang kali ini adalah nasi campur khas Lombok dengan ayam taliwangnya, rasanya enak dan pedasss. Harga 1 porsi nasi campur itu Rp 15.000, yang bikin syok harga minumannya tuh, Rp10.000 (2 x lipat dari harga asli).

Lanjut, setelah ngisi bahan bakar (dibaca: makan), sesuai rundown acara hari itu, kami pun mencari jasa yang bisa membawa kami keliling 3 Gili untuk snorkeling. Tapi ternyata kami baru tahu kalo semua boat yang ada disitu hanya beroperasi dimulai pukul 10.00-15.00 dan hanya 1 kali setiap harinya. Itu artinya kami harus menunggu besok dan artinya lagi kami jadi lebih lama di Gili Trawangan. Maka kami pun memesan tiket dulu untuk perjalanan 3 Gili untuk besoknya. Setelah melakukan tawar menawar dan terbang dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari yang paling murah maka kami mendapatkan paket snorkeling keliling 3 Gili lengkap dengan peralatan (google mask, fin/ kaki katak , dan life jacket) dengan harga hanya Rp 90.000.

Karena snorkeling tidak jadi hari itu, saya dan Emily pun memutuskan untuk berpetualang di sekitaran pulau. Serasa gak di Indonesia memang, jumlah bule kelihatannya lebih banyak dari pribumi. Dan mumpung status saya dan Emily disini juga sebagai turis (walaupun turis lokal), boleh kali ya nyoba-nyoba sunbathing juga, sekalian menguraikan vitamin D. :p 
 
Setelah puas sunbathing dan snorkeling sendiri di pantai (walau yang dilihat cuma terumbu karang  mati karena gak dapat spot yang tepat) kami pun memutuskan untuk menjelajahi pulau.  Sekitar 2 jam kami mengelilingi Gili Trawangan, eh tapi sebenarnya ada another side yang gak dijalani karena jalannya agak rusak dan memang katanya cuma ada perkebunan penduduk doang, jadi 2 jam itu bukan benar2 mengelilingi pulau. Dua jam mengendarai sepeda yang membuat betis bengkak juga membuat kami kembali ke penginapan untuk beristirahat. Gak mau terlalu memaksakan tubuh ini, soalnya masih ada night world yang menunggu… Ahhh can’t wait! ^_^

Ini dia tempat party nanti malam (hehehe)
 
Traditional drink : Es kelapa plus gula merah

Shop2 lucu di pinggir jalan


2 Transportasi darat di Gili Trawangan : Sepeda dan Cidomo (Cikar Dokar Motor)
 
Cidomo

13 comments:

  1. Seems like you had an awesome trip!! Followed you on bloglovin :)

    ReplyDelete
  2. Nice photos!
    Thank you so much for stopping by and following! I’m following you back on bloglovin and gfc!

    xx Karolina
    CARAMODE

    ReplyDelete
  3. Replies
    1. haha pulaunya cocok buat mbak dwi. very2 recommended :)

      Delete
    2. Ya amppppun superr duper holiday kesana murah tp kesannyaa puasnya dapeeet ><

      Delete
  4. GYAAAA!!! I want to go to gili!!! >.<
    cantik sekali pantainya, terus itu toko disana juga unyu-unyu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya pantainya super keren dias... tokonyajuga ya...
      :D

      Delete
  5. Replies
    1. naik ferry 4 jam-an lah. menurutku sih dekat bet. :)

      Delete
  6. Cooll..
    Wanna try this :D
    Backpacker style..

    ReplyDelete